
Budi Soehardi adalah seorang pilot di Singapore Airlines. Bersama istrinya, Peggy, mereka adalah pendiri dan pemilik Panti Asuhan Roslin di Kupang, NTT. Diawali di tahun 1999, setelah terjadinya bentrokan Timor Timur yang mengakibatkan sekitar 1400 orang meninggal dan banyak anak-anak kecil serta bayi yang terlantar, Budi dan Peggy membantu lebih dari 40 ton makanan dan obat-obatan. Di tahun 2002, Budi dan Peggy mendirikan Panti Asuhan Roslin di daerah Kupang, Timor Barat. Sampai bulan April 2011, mereka telah menampung 70 orang anak dari bayi usia 6 bulan sampai yang tertua, Gerson, berumur 21 tahun.
Hampir seluruh biaya Panti Asuhan ditanggung oleh Budi Soehardi dari gajinya sebagai pilot. Budi dan Peggy juga membangun swasembada padi sejak tahun 2008 yang hasilnya dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Tujuan utama Panti Asuhan Roslin adalah memberikan pendidikan yang layak bagi para anak-anak terlantar ini. Setelah mereka selesai sekolah, mereka akan dikembalikan kepada keluarga mereka masing-masing dengan harapan mereka dapat membangun daerah mereka sendiri.